Cinta

Aku, Kamu, dan Kita

kita_0
Ilustrasi (Sumber: Google)

“Walau kenyataannya hidupku berjalan hanya dengan rutinitas yang membosankan. Ternyata terlalu banyak kisah yang ingin aku catatkan dalam buku harianku. Terutama tentang kebersamaanku denganmu. Supaya dapat aku jadikan bacaan pengantar tidur untuk anak cucu. Agar mereka tahu bahwa cintaku padamu tak lekang oleh waktu.

Semua kisah tentang aku dan kamu yang terangkum dalam kata kita sangat sesak jika hanya tersimpan dalam fikiran saja. Aku takut semua akan terhapus begitu saja saat aku menginjak usia tua. Makanya aku selalu menuliskan apa yang telah kita lakukan, bahkan meski hanya sekedar rencana dan wacana tetap aku goreskan penaku untuk mengingatkan.

Sudah ribuan lembar kertas aku habiskan dan ratusan liter tinta pena aku gunakan semua untuk menciptakan kesempurnaan kita. Karena awalnya kita hanya seorang makhluk yang penuh ketidaksempurnaan dan saat bertemu kita menjadi makhluk yang sempurna. Aku dan kamu hanyalah orang biasa namun setelah menjadi kita, kita adalah orang yang luar biasa.

Bayangkan saat menjadi aku, aku hanyalah orang aneh yang sibuk dengan segudang pekerjaan yang tak akan pernah habis. Namun, setelah menjadi kita, ada arti setiap pekerjaan yang aku lakukan.”

*Aku (x), Kamu (x)… Kita (y)*

 

[Kedaung, 8 September 2016]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s