Uncategorized

Balada Tanah Kusir

635986020673165225-265259556_global-travel-destinations
Ilustrasi (Sumber: Google)

Tanah Kusir. Tujuan kita hari ini. Pagi menjelang siang panas terik, siang menjelang sore diguyur hujan. Perpaduan. Panas dan Hujan. “Allahumma Shoyyiban Nafi’aa,”

Hujan, selalu membawa rindu. Ia bertumpuk makna. Rindunya-pun beragam. Rindu akan keluarga di kampung, rindu akan teman-teman pengajian, rindu kepada teman-teman semasa sekolah dulu, rindu akan wujudnya cita-cita. Rindu bertemu dengan teman-teman perjuangan yang “sedikit” pernah bersua. Mungkin, ini makna dari ta’liful qulub, bersatunya hati orang-orang beriman karena samanya aqidah.

Secarik kertas yang mereka tukiskan:

KESAN-KESAN:

“Menyenangkan bisa kumpul bareng teman2. Banyak makanan (kenyang abizzz). Seru bisa nyasar jalan. Gak enak dateng telat. Kebanyakan tawa. Penuh dengan roman persaudaraan (asyiiiikkkk). Thank you ALLAH.”

“Seru, karena dapat berkumpul bersama teman2 yang lain. Dapat mengenal sesame pengurus Komda. Dapat kado yang Alhamdulillah.”

“Senang bisa berkumpul dengan teman2. Sesuatu yang bisa didapatkan yaitu indahnya kenal dengan saudara2 seiman, satu visi misi yaitu bersatu dalam memajukan Dakwah Islam. Semoga bisa terus dan selalu menjalin silahturahim. Tolong maafkan atas segala khilaf dan ingatkan dalam kebaikan.”

“Acaranya menarik dan bisa mempereratukhuwah dengan yang lainnya. Pesan, besok2 jangan ngaret.”

“Alhamdulillah ya sesuatu. Masih diberi kesempatan berkumpul bersama orang2 shaleh (menambah ukhuwah). Seneng dapat bersilahturahim. Ada materi juga dari Ka Amin. Jadi menambah pengetahuan. Oiya… Syukron Jazakumullah Katsiran buat keluarga besar Hendri Setiyo Wibowo. Terima kasih ya kadonya. Mengingatkan untuk selalu minum air putih.”

“Konsumsi OK. Pesan, harus on time dan harus lebih banyak pesertanya.”

“Subahanallah walau agak merepotkan orang lain dalam perjalanan tapi luar biasa.. Asyik juga jadi makin kenal dan semoga dapat mempererat ukhuwah. Kenyaaaaaangggg…. Banyak makanannya.”

“Amazing, Wonderfull, Nice, Very Interesting. Bisa kumpul silang angkatan dalam suasana nuansa kekeluargaan. Bisa makan juga. Menyamakan suhu pemikiran dan emosi di kalangan kader Komda FEB. Kontens dan konsep acara is good! Pesan, dirutinkan. Undang alumni komda sebagai pembicara. Maksimalisasi kehadiran peserta. Ada ice breaking. Afwan wa jazakallah khairan katsiran”

“Luar biasa. Konsumsi dahsyat! Pesan, jikalau ada lagi semoga yang datanga lebih banyak and ontime.”

“Agenda banyak yang terlewatkan tuh gara2 seperti biasa ngaret. Syukron bgt bwt penyedia rumah+mau direpotkan. Semoga besok2 lebih banyak yang ikut. Dapet kado/hadiah yang diinginkan (Subhanallah). Dapet surprise pertanyaan yang sama di moment ke 2.”

 

PESAN UNTUK KOMDA:

“Memeberikan kontribusi yang lebih baik lagi. Semoga ada acara kreasi seni.”

“Keep Fight! Takkan pernah dakwah itu mudah, Ikhlas modal utama!”

“Pererat ukhuwah pengurus karena dengan ukhuwah semua akan mudah. Luruskan niat karena ALLAH.”

“Semakin semangat berdakwah dan membimbing adik2nya. Adakan nasyid akhwat.”

“Kembangkan dakwah yang nyata.”

“Lebih sering mengadakan agenda jaulah agar masing2 anggota dapat lebih akrab dan mengenal. Lebih peduli dan ikut serta dalam setiap agenda. Harus lebih bersosialisasi lagi dengan adik kelasnya. Semangat!”

“Semoga formasi yang baru ini dapat solid dan semakin erat dalam tali ukhuwah. Saling membantu dan menasehati karena kita sama2 belajar.”

“Mengadakan acara lebih seru lagi dan bermanfaat.”

“Solid. Ontime. Bertanggung jawab. Menepati janji. Wujudkan perubahan yang pasti untuk kebaikan komda. Jalin komunikasi dengan baik. Ingat!! Allah selalu bersama kita.”

 

*Dari saya pribadi:

Akhirnya, kita mesti berkaca kepada generasi terbaik umat ini. Generasi yang dibesarkan Nabi dalam Tarbiyah Islamiyah. Dimana generasi ini telah memberikan teladan terbaik dalam menjalin ukhuwah.

Kita tentu tidak akan lupa dengan sahabat anshor yang menawarkan satu rumah, satu istrinya kepada saudara muhajirin yang telah dipersaudarakan oleh nabi. Kita juga akan selalu ingat dengan sahabat yang menjamu tamunya dengan makanan hingga kenyang sementara diri, istri dan anak-anaknya kelaparan. Dan karena ini, Allah tersenyum melihatnya.

Kita juga akan senatiasa meneladani, semampu kita, apa yang telah dilakukan oleh para sahabat Radhiyallahu ‘Anhum Ajma’in, bahwa mereka ketika bertemu, tidak akan berpisah sebelum saling berwasiat. Mereka tidak akan berpisah sebelum meningalkan pesan untuk saudaranya. Pesan kebaikan juga pesan kesabaran.

Semoga kita selalu dianugerahi teman duduk yang sholih. Teman duduk yang senantiasa mengingatkan saat lupa, menyemangati saat lemah, membangkitkan saat  terpuruk, tersenyum saat kita suntuk dan berbagi saat sulit.

 

^_____^ Met Mujahadah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s