Dakwah

Memoar Cinta di Jalan Dakwah

429554_369164976430225_839869828_n
Ilustrasi (Sumber: Google)

Man Jadda Wajada [Siapa yang bersungguh-sungguh, ia akan sukses].
SUNGGUH-SUNGGUH.
Kata itu yang sering kudengar akhir-akhir ini.
Langsung kutorehkan saja mengikuti alur pena..

Ketua LDK kita baru. Dipundaknya menanti banyak permasalahan lama maupun baru. Soal keruhiyahan dimana aspek non teknis sangat berperan. Soal pencitraan yang mungkin lembaganya menjadi sorotan berbagai pihak. Soal-soal intern yang perlu diperbaiki. Soal target lembaga yang waktunya semakin hari semakin dekat. Soal pelaksanaan program kerja yang inovatif dan berkualitas. Itu semua hanya sebagian kecilnya.

Kerumitan permasalahan yang kita hadapi tidak selalu bisa diselesaikan dalam pengertian teknologi atau kecanggihan ilmu sains, tapi ada atau tidaknya niat baik dan kehendak kuat untuk menyelesaikannya. Tanpa adanya niat baik, permasalahan di lembaga ini hanya akan menjadi drama yang mengerikan. Begitupun bila ada niat yang baik tapi tak ada kehendak kuat, akan menjadi rilis rencana program kerja yang indah sebagai konsumsi syuro atau muker. Dengan segala pesona dan performa Ketua LDK kita, pada akhirnya kita akan mencari satu makna di balik sosoknya: KESUNGGUHANNYA.

Ketua KomDa kita baru. Di hadapannya begitu banyak beban. Mereka yang semula saling berdiri di garis-garis depan pada saat muskomda sudah terpilih dan sekarang ada dalam bahtera yang sama: KomDa Fakultas. Tiada permusuhan dalam pemilihan, bila maksudnya baik semoga hasilnya baik pula. Ketika oknum-oknum fakultas memberi suguhan perilaku warna-warni, pada akhirnya kita hanya akan mencari satu makna di balik itu semua: KESUNGGUHAN. Sejauh mana, Ketua KomDa memiliki kesungguhan memimpin dan melayani mahasiswa fakultasnya.

Kepengurusan kita baru. Mulai dari Pusat sampai Fakultas. Dari PSDM hingga Litbang. Dengan latar belakang, kualitas, dan kecakapan yang tidak sama. Kepengurusan baru sejujurnya adalah medan pembelajaran baru sekaligus juga lahan penjerumusan (yang baik tentunya) baru. Pada akhirnya di balik keberagaman anggota kepengurusan itu, kita hanya akan mencari satu makna dari diri mereka: KESUNGGUHAN. Termasuk kesungguhan mereka mentaati qiyadahnya, kesungguhan menjalankan amanah serta kesungguhan untuk kritis terhadap hal-hal yang tidak sesuai dengan ajaran ALLAH dan RasulNya melalui kitab Al Quran dan As Sunnah.

Kita hanya akan melihat sejauh mana kesungguhan Ketua LDK baru. Kita hanya akan melihat sejauh mana kesungguhan para Ketua KomDa baru itu. Kesungguhan para anggota kepengurusan. Dengan sumber daya terbatas sekalipun, kesungguhan bisa menyelesaikan setengah masalah. Ya semuanya, banyak dipertanyakan dari sisi kesungguhannya.

Ketua LDK kita baru. Ketua KomDa kita baru. Kepengurusan kita baru. Semoga bersama mereka ada kesungguhan baru..

“Dan barangsiapa berjihad bersungguh-sungguh di jalan agama Kami, sungguh benar-benar akan Kami tunjukkan jalan-jalan Kami. Dan ALLAH bersama orang-orang yang berbuat baik (ihsan, profesional).”

{Al Ankabut: 69}

Ya ALLAH yang menyelamatkan Nuh dari topan yang menenggelamkan dunia.
Ya ALLAH yang menyelamatkan Ibrahim dari api kobaran yang marak menyala.
Ya ALLAH yang menyelamatkan Musa dari kejahatan Fir’aun dan laut yang mengancam nyawa.

Wahai yang memudahkan segala yang sukar.
Wahai yang menyambung segala yang patah.
Wahai yang menemani semua yang tersendiri.
Wahai pengaman segala yang takut.
Wahai penguat segala yang lemah.

Mudah bagimu memudahkan segala yang susah.
Wahai yang tiada memerlukan penjelasan dan penafsiran.
Hajat kami kepadaMu amatlah banyak.
Engkau Maha Tahu dan melihatnya.

Ya ALLAH, perbaiki hubungan antar kami.
Rukunkan antar kami.
Tunjuki kami jalan keselamatan.
Selamatkan kami dari kegelapan kepada terang.
Jadikan kumpulan kami jama’ah orang muda yang menghormati orang tua.
Dan jama’ah orang tua yang menyayangi orang muda.

Jangan engkau tanamkan di hati kami kesombongan dan kekasaran terhadap sesama hamba beriman.
Bersihkan hati kami dari benih-benih perpecahan, pengkhianatan, dan kedengkian.
Berikanlah keteguhan, keikhlasan, dan keistiqomahan pada penerus kami agar senantiasa tetap tegak berdiri izzah dakwah kami.
Berikan kami kesempatan dan kekuatan, keikhlasan dan kesabaran untuk menyambung risalah dan mulia ini kepada generasi berikut kami..

Intanshurullaha yanshurkum wa yutsabbit aqdaamakum. Allahu A’lam bish shawab..

 

Tangerang. Di keheningan malam..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s