Dakwah

Hanya Tongkat dan Tangga

lari-estafet
Ilustrasi (Sumber: Google)

Di saat pada akhirnya, berakhir satu episode kepengurusan.
Menjadilah pundak ini, seperti ringan.
Meski tak sempurna, meski belumlah berakhir paripurna.
Meski masih banyak kau lihat cacat seorang manusia.

Saat telah tiba waktunya.
Serah terima tongkat amanah yang sesaat membuatmu lega.
Mungkin lega, karena mampu membuatmu tersenyum dengan adanya mereka: PENERIMA TONGKAT ESTAFETMU.

Kau bisa lega, sesaat.
Ya.
Hanya sesaat.

Sesaat bahkan bisa jadi tanpa jeda, karena hakikatnya, DIA telah menyiapkan sebuah kejutan lagi untukmu, kejutan yang akan jauh lebih istimewa.
Lebih membuat dirimu lemah dan tak ada apa2nya, menjadikan dirimu semakin sadar bahwa dirimu tak punya kekuatan apa2.
Menjadikanmu sebagai hamba yang semakin merindu kekuatan dariNya.

Persiapkanlah dirimu, hatimu, pundakmu, kakimu, sepatumu.
Masih selalu akan ada TANGGA-TANGGA yang kau sendiri tak tahu dimana anak tangga terakhirnya, puncaknya.
Bila saat ini kau putuskan untuk menuruni tangganya, dengan tanpa ragu, maka selama ini adalah: Percuma…

Semoga amanah mampu menumbuhkan kesadaran imaani.

Yaa ayyuhalladziina aamanuu tuubuu ilallahi tawbatannasuuha….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s