Motivasi · Uncategorized

Prahara Dhuha: Sebuah Goresan

aku-ingin-menjadi
Ilustrasi (Sumber: Google)

Untuk Sahabatku, yang kian hari berkurang jatah Hidupnya. Selamat membaca …

Bismillah,

Kawan, hidup adalah perjuangan. Perjuangan untuk meraih kemuliaan. Mulia di dunia, juga di akhirat. Mengapa ? karena Muslim haruslah Mulia. Kemuliaan sejati, bukanlah ketika bergelimang harta, bukan pula ketika berjabatan tinggi, berkeluarga tajir, beristri banyak dan cantik atau aneka kesenangan duniawi lainnya. Kemuliaan sejati adalah, ketika kita bisa mendekatkan diri kepada Allah, sedekat-dekatnya. Ketika Allah benar – benar kita rasakan keberadaaanNya. Ketika Allah, menjadi satu-satunya Tuhan. Ketika Allah, kita nomor satukan, tidak kita sekutukan dengan apapun selainNya. Oleh karenanya, Kemuliaan ini, hanya bisa kita raih manakala Tauhid kita lurus, Hidup dan mati kita hanya untuk Allah.

Susah ? pasti. Karena itu adalah tabiat perjuangan. Nasyid menasehatkan, “Jalan perjuangan tak kan pernah sunyi. Ada Ujian yang datang melanda, ada perangkap menunggu mangsa” Hal senada juga disebutkan, “ Aral Rintang selalu menghadang, jadi sebuah kepastian. Namun Ghiroh tak pernah gentar, langkah ini kan terus berjalan.” Begitupun dengan ayat – ayat Allah yang bertebaran di dalam Qur’an juga semesta. “ Apakah kamu dibiarkan mengataklan “Aku telah beriman” kemudian tidak diuji?” dan masih banyak lagi ayat sejenis, tentunya muaranya sama : TIADA KEMULIAAN TANPA PERJUANGAN.

Dalam semesta, kita-pun mendapati hal serupa. Masih ingat masa kecil Kita? Apakah kita  bisa serta merta berjalan, berlari dan aneka altivitas lainnya tanpa adanya perjuangan? Bukankah sejak sperma Ayah kita berhasil membuahi sel telur Ibu,  kita sudah mulai berjuang? Mengalahkan bermilyar – milyar saingan sehingga terjadilah KITA dengan kesempurnaan yang terbatas ini ? kemudian, ketika kita berupaya sekuat mampu untuk menembus dinding rahim agar bisa keluar dari perut Ibu dan merasakan segarnya udara dunia? Pd waktu itu, kita juga telah berjuang. Lalu kita belajar tengkurap, merangkak, duduk, birdiri, berjalan, brerlari  ? Bukankah itu semua mengartikan bahwa kita adalah PEJUANG?

Ketika kita menjadi anak-anak, ketika kita masuk Sekolah Dasar, Kita berjuang untuk memilih dan menjadi seperti apa yang kita inginkan. Faktanya, tidak semua teman menjadi seperti kita. Ada yang lebih memilih banyak bermain, ada pula yang menghabisakan waktunya di kebun, ada pula yang lebih suka menggambar, berhitung, bercakap, dan seterusnya. Semuanya adalah upaya perjuangan yang kita lakukan, untuk menjadi seperti apa yang kita inginkan.

Seiring berjalannya waktu, dimana kita bertambah dewasa, usia bertambah tua, jatah hidup semakin sedikit, seharusnya kita lebih banyak instropeksi. Apakah kita benar – benar telah mendapat kemuliaan sejati, atau justru melangkah ke arah itu  saja belum kita lakukan? Apakah orientasi  Kecil, ketika  SD, SMP, SMA , Kuliah, hingga dewasa masih sama? Apakah muaranya hanya dunia yang fana ini ? Apakah keinginan kita hanya sebatas : Beristri Cantik, Punya Rumah sendiri, Punya Mobil, punya usaha? Itu saja ? Tidakkah kita berpikir untuk mempunyai Istri Sholikhah yang cantik jelita, syukur  – syukur kaya? Atau Rumah Gedong, besar, sehingga bisa dimanfaatkan untuk Dakwah? Sehingga para Pejuang Dakwah tdk perlu repot menyewa tempat ,milik orang kafir, untuk  kegiatan mereka? Atau Mobil mewah, lebih dari satu, kapastitas banyak, sehingga bisa diguanakan untuk mengangkut keluarga dan tetangga untuk menghadiri kajian bersama ?

Untuk itu, mari sejanak kita berhenti, meneliti cara pandang kita, cara pikir kita, orientasi kita. Apakah kita masih berpikir untuk sekedar menjadi “Apa yang Aku inginkan?” atau sudah berubah menjadi “ Apa yang Allah inginkan?”

Mari melanjutkan perjuangan, Biarkan Setan mengganggu kita, tapi jangan sekalipun mebiarkan diri Kita tergoda olehnya. Jangan biarkan syahwat menguasai diri kita,sehinga tingkah laku kita seperti hewan yang hanya menuruti Nafsu birahinya. Jangan biarkan lingkungan melemahkan kondisi ruhiyah kita, tapi jadikan Lingkungan terpancari aura semangat dari dalam diri Kita.  Bergegaslah !!!  Kerahkan seluruh mampu, untuk mendapat kemuliaan yang hakiki.

Jangan berhenti, hingga kita benar benar mati. Jangan menyerah hinga kita benar –  benar menyejarah. Yakinlah, ketika Niat  dan Asa kita sudah benar, maka  Allah akan memudahkan kita. Allah akan membimbing kita, sehingga apa yang kita citakan, apa yang kita inginkan, menjadi nyata. Menjadi Fakta. Tak sekedar ingin, bukan pula mimpi belaka.

Susah? Begitulah realita. Satu hal yang mesti kita ingat, bahwa nikmatnya berbuka, kita dapatkan setelah seharian berpuasa. Begitupun  dengan kemuliaan abadi yang kita dambakan, akan kita rasakan setelah bersusah payah melakukan perjuangan yang tidak mudah ini.

 

Jadikan Allah sebagai satu-satunya acuan, jangn lupa berpedoman dengan Nabi panutan. Jangan mengekor dengan nenek moyang kita, tanpa danya koreksi. Karena nenek moyang kita, sama manusianya dengan kita. Pendapatnya, amalnya, bisa jadi benar dan tidak menutup kemungkinan terjadi salah.  Berpeganglah seteguh teguhnya, pada Qur’an dan sunnah, karena dengan pedoman itulah, kita bisa mulia, semulia-mulianya. Semoga Allah mengampuni segala dosa kita dan menerima setiap amal kebaikan kita. Amiin.

“ CUKUPKAN ALLAH SEBAGAI SATU SATUNYA PELINDUNG, SEBAGAI SATU SATUNYA  TEMPAT KEMBALI ATAS KETIDAKBERDAYAAN KITA”, “ HASBUNALLAH WANI’MAL WAKIIL, NI’MAL MAULA WA NI’MAN NASHIR”…

 

 Sampai ketemu, Salam Sukses.

_November 22, 2011_

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s